Iskandar

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Tes : Keunggulan dan Kelemahan dalam Pembelajaran Sejarah

Pengertian Tes

Secara Etimologi istilah tes berasal dari kata “testum”. Dalam bahasa Perancis kuno adalah piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Ada pula yang mengartikan sebagai sebuah piring yang terbuat dari tanah. James Ms. Cattel (dalam Arikunto; 2015, hlm. 66) telah memperkenalkan pengertian tes ini kepada masyarakat melalui bukunya yang berjudul Mental Test and Measurement. Selanjutnya, di Amerika Serikat tes berkembang dengan cepat sehingga dalam tempo yang tidak begitu lama masyarakat mulai menggunakannya.

Banyak ahli yang mengembangkan tes ini dalam berbagai bidang, Arikunto (2015, hlm. 67) menjelaskan bahwa tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara-cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. tes merupakan sebuah intrumen atau prosedur yang sistematis untuk mengukur suatu sempel tingkah laku, misalnya untuk menjawab pertanyaan “seberapa baik (tinggi) kinerja seseorang” yang jawabannya adalah angka (Nurgiyantoro; 2014, hlm. 7). Sedangkan Uno (2012, hlm. 3) lebih menspesifikasikan tes ke dalam pembelajaran, menurutnya tes dalam pembelajaran adalah seperangkat tugas yang harus dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaanya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. Dari pengertian diatas tes dapat di definisikan sebagai alat untuk mengukur atau mendapatkan informasi tentang sesorang atau kelompok yang hasil akhirnya adalah skor.

Sebuah tes yang dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur, harus memiliki persyaratan tes, yaitu memiliki: Validitas, Reliabelitas, Objectivitas, Praktibilitas, dan Ekonomis (Arikunto; 2015, hlm. 72).Bentuk tes sendiri terdiri dari tes objektif dan tes esai.

Bentuk Tes Objektif

1. Tes Benar-Salah (True False)

Tes benar-salah adalah memuat peryataan-pernyataan (statement0. Pernyataan tersebut ada yang salah da nada yang benar. Orang yang ditanyakan hanya menandai masing-masing pernyataan itu dengan melingkari huruf B jika bnar, dan S jika salah.

Contoh:

B – S 1.

Soekarno dan Moh Hatta adalah Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama.

2. Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Tes)

Tes pilihan ganda adalah tes yang memuat serangkaian informasi yang belum lengkap, dan untuk melengkapinya adalah dengan jalan memilih dari berbagai alternative pilihan yang sudah disediakan . ada empat variasi yang masuk dalam pilihan ganda yakni (1) pilihan ganda biasa, (2) asosiasi, (3) hubungan antar hal (4) menjodohkan(Uno: 2012, hlm. 113).

Contoh soal pilihan ganda biasa :

Pergolakan dan pemberontakan di daerah yang mengancam disintegrasi bangsa dalam bidang idiologi adalah pemberontakan ……..

a. PKI Madiun 1948

b. Andi Aziz

c. APRA

d. PRRI/PERMESTA

E. BFO

C. Keunggulan Tes Objektif

1. Tes objektif dapat digunakan untuk mengukur proses berpikir rendah sampai sedang (ingatan, pemahaman, dan penerapan).

2. Dengan menggunakan tes objektif semua atau sebagian besar materi yang sudah diajarkan dapat ditanyakan dalam ujian.

3. Tes objektif sangat mudah dikoreksi cepat dan tepat karena tinggal mencocokan jawaban dengan kunci jawaban yang telah dipersiapkan.

4. Tes objektif khusunya pilihan ganda , akan memungkinkan dilakukan analisis butir soal.

5. Tingkat kesukaran tes objektif dapat dikendalikan.

Kelemahan Tes Objektif

1. Pada kenyataanya tes objektif digunakan hanya untuk mengukur proses berpikir rendah

2. Penyusunan bentuk tes objektif membutuhkan waktu yang relative lebih lama dan kompleks.

3. Ada kecendrungan yang hanya menekankan perhatiannya pada indicator-indikator atau bahan ajar tertentu saja sehingga tidak bersifat komprehensif.

4. Kemampuan anak dapat terganggu oleh kemampuannya dalam membaca dan menerka.

5. Anak tidak bisa mengorganisasikan, menghubungkan, dan menyatakan idenya sendiri kerena semua alternative jawaban dalam setiap soal sudah ditentukan, kemudian peserta didik yang mengerjakan soal tes mungkin sekali melakukan hal-hal yang bersifat keberuntungan.

Usaha Mengurangi Kelemahan Bentuk Tes Objektif

1. Penyusunan butir-butir soal bentuk tes objektif hendaknya mendasarkan diri pada kisi-kisi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

2. Kesulitan penyusunan tes objektif dapat diatasi dengan berlatih secara kesinambungan, memahami kompetensi dasar, indikaator dan bahan ajar.

3. Kemungkinan adanya sikap peserta didik yang menggunakan keberuntungan atau bekerja sama dapat diatasi dengan menggunakan rumus tebakan dalam penyekoran(Nurgiyantoro; 2014, hlm. 122-124).

F. Bentuk Tes Esai (Tes Subjektif)

Tes esai adalah salah satu bentu tes yang digunakan dalam intrumen pengukuran. Tes esai dimaksudkan untuk melihat berbagai kemampuan yang dimiliki subjek dalam bentuk tertulis. Item tes esai menuntut siswa untuk mengorganisasikan atau menyajikan jawaban dalam bentuk uraian (esai). Tes esai sendiri diklasifikasikan dalam berbagai bentuk, yaitu uraian bebasm uraian terstruktur, jawaban singkat, dan isian (melengkapi)(Uno: 2012, hlm. 116-118).

1. Bentuk Uraian Bebas

Memberikan kebebasan kepada siswa untuk memberikan opini serta alasan yang diperlukan. Jawaban siswa tidak dibatasi oleh persyaratan tertentu.

Contoh:Menurut pendapat anda sejauh manakahperan para pelajar, mahasiswa, dan tokoh masyarakat dalam menjaga ketatanegaraan Indonesia bila kita berkaca pada Tritura dan peristiwa Trisakti!

2. Bentuk Uraian Terstruktur atau Terbatas

Bentuk uraian terstruktur atau urain terbatas meminta siswa untuk memberikan jawaban terhadap soal dengan persyaratan tertentu.

Contoh: Sebutkan lima faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api?

3. Bentuk Jawaban Singkat

Tes jawaban singkat merupakan tipe item tes yang bisa dijawab dengan kata, frase, bilangan, atau simbol. Item jawaban singkat cocok untuk untuk mengukur berbagai hasil belajar yang relative sederhana.

Contoh :Siapakah yang membacakan teks proklamasi Indonesia?

4. Melengkapi

Item tes melengkapi merupakan pernyataan yang tidak lengkap, dan siswa diminta untuk melengkapinya.

Contoh : Yang membacakan teks proklamasi Indonesia …………

Keunggulan Tes Esai

1. Tes Esai tepat untuk menilai proses bepikir tingkat tinggi dan tidak semata-mata hanya mengingat fakta atau konsep saja.

2. Tes esai memberi kesempatan peserta didik untuk mengemukakan jawabannya ke bahasa yang rumit sesuai dengan gayanya sendiri.

3. Tes esai memaksa peserta didik untuk mempergunakan pikirannya sendiri dan kurang memberikan kesempatan untuk berpikir untung-untungan.

4. Bentuk tes mudah disusun, maka tidak banyak menghabiskan waktu.

Kelemahan Tes Esai

1. Kadar validitas dan reliabilitas bentuk tes uraian rendah karena terbatasnya sempel bahan yang diteskan yang mewakili seluruh bahan dan penilaian bersifat subjektif.

2. Karena terbatasnya bahan yang diteskan, maka dapat terjadi hal-hal yang bersifat kebetulan.

3. Penilaian yang dilakukan terhadap jawaban peserta didik tidak mudah ditentukan stadarnya

4. Waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa pekerjaan peserta didik relatif lama, apalagi dengan jumlah peserta didik yang jumlah cukup banyak sehingga tidak efisien.

Usaha Mengurangi Kelemahan Tes Esai

1. Indikatir dan bahan ajar yang dipilih untuk diteskan hendaknya mewakili indicator dan bahan ajar lain yang tidak diteskan.

2. Pertanyaan hendaknya yang menuntut jawaban tertentu.

3. Sebelum dilakukan penilaian, hendaknya disusun terlebih dahulu kriteria tertentu yang dijadikan pedoman(Nurgiyantoro; 2014, hlm. 118-120).

Daftar Rujukan:

Arikunto, Suharsimi. (2015). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Nurgiantoro, Burhan. (2014). Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: BPFE.

Uno, Hamzah. & Koni, Satria. (2012). Assesment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.



[1]Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia. Penulis dapat dihubungi melalui nomor telefon 081220400321, e-mail irfaniskandar1313@gmail.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali